Masjid An-Nur STIKOM Surabaya

11 December 2007

Hewan Kurban = Tunggangan di Shirath ?

Benarkah hewan kurban seseorang adalah kendaraannya di akhirat? Yaitu tunggangan ketika melintasi shirath, sebagaimana seringkali kita mendengar dari sebagian pengisi ceramah agama?
Berikut jawabannya..

اسْتَفْرِهُوْا ضَحَايَاكُمْ، فَإِنَّهَا مَطَايَاكُمْ عَلىَ الصِّرَاطِ

“Perbaguslah hewan qurban kalian, karena dia adalah tunggangan kalian di atas shirath.”
Hadits ini lemah sekali (dha’if jiddan). Dalam sanadnya ada Yahya bin Ubaidullah bin Abdullah bin Mauhab Al-Madani, dia bukanlah rawi yang tsiqah, bahkan matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan oleh para ulama). Juga ayahnya, Ubaidullah bin Abdullah, adalah seorang yang majhul. Lihat Adh-Dha’ifah karya Al-Albani rahimahullahu (2/14, no. hadits 527, dan 3/114, no. hadits 1255), Dha’iful Jami’ (no. 824). (Ahkamul Udh-hiyyah hal. 60 dan 62, karya Abu Sa’id Bal’id bin Ahmad)

عَظِّمُوا ضَحَايَاكُمْ فِإِنَّهَا عَلَى الصِّرَاطِ مَطَايَاكُمْ

“Gemukkanlah hewan qurban kalian, karena dia adalah tunggangan kalian di atas shirath.”
Hadits dengan lafadz ini tidak ada asalnya. Ibnu Shalah rahimahullahu berkata: “Hadits ini tidak dikenal, tidak pula tsabit (benar datang dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (Ahkamul Udh-hiyyah hal. 64, karya Abu Sa’id Bal’id bin Ahmad)

Comments »

URI menuju TrackBack entri ini adalah: http://ukki.blogsome.com/2007/12/11/hewan-kurban-tunggangan-di-shirath/trackback/

Belum ada komentar.

RSS feed untuk komentar pada postingan ini.

Tulis Komentar

Garis dan paragraf terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak akan diumumkan, HTML yang diizinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam: mohon menulis ulang teks di atas ke dalam kotak yang tersedia.