Masjid An-Nur STIKOM Surabaya

26 July 2007

Dauroh Syar’iyyah di Al-Amin Surabaya

Hadirilah, Daurah Syar’iyyah Surabaya

Tema : Kaidah2 dalam Beribadah
Ustadz : Abu Qotadah

Tempat : Masjid Al-Amin, Semampir Tengah 3A/25
Hari : Sabtu, 28 Juli 2007
Pukul : 08.00-13.00 WIB

16 July 2007

Daurah Syar’iyyah di Sidoarjo InsyaAllah

Rumah tangga bahagia, bukanlah rumah tangga yang tak punya masalah. Namun kebahagiaan terletak pada kemampuan keluarga tersebut mengatasi segala masalah yang terjadi sesuai dengan aturan syariat islam. Contoh teladan Nabi, shahabat dan para salaf dalam rumah tangga adalah bekal berharga bagi setiap muslim untuk mengarungi kehidupan rumah tangga.

Ingin tahu lebih??
Ayooo… jangan sampai lupa!

Ahad, 22 Juli 2007
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari (dari Medan)
Penerjemah Tafsir Ibnu Katsir Pustaka Imam Syafi’i

06.00-08.00 di Masjid Al-Kholil Abu Tauhid
"Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat"

09.30-’Ashar di Masjid Besar Candi
"Cinta dan Benci Karena Allah"

Ahad, 29 Juli 2007
Ustadz Armen Halim Naro, Lc (dari Padang)

08.00-Dhuhur di Masjid Nurul Huda
"Indahnya Rumah Tangga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam"

Moderator : Ustadz Abdurrouf
Sidoarjo

CP: Abu/Ummu Khodijah (031-8966836), 71846687
Abdul Aziz : 031-72507187
Abu Yusuf : 085646427016

6 July 2007

Mayoritas Tidak Memahami Makna Laa Ilaaha Illallah

Mayoritas kaum muslimin sekarang ini yang telah bersaksi Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) tidak memahami makna Laa Ilaaha Illallah dengan baik, bahkan barangkali mereka memahami maknanya dengan pemahaman yang terbalik sama sekali. Saya akan memberikan suatu contoh untuk hal itu : Sebagian di antara mereka (Dia adalah Syaikh Muhammad Al-Hasyimi, salah seorang tokoh sufi dari thariqah Asy-Syadziliyyah di Suriah kira-kira 50 tahun yang lalu) menulis suatu risalah tentang makna Laa Ilaaha Illallah, dan menafsirkan dengan "Tidak ada Rabb (pencipta dan pengatur) kecuali Allah" !! Orang-orang musyrik pun memahami makna seperti itu, tetapi keimanan mereka terhadap makna tersebut tidaklah bermanfaat bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

"Artinya : Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?’ Tentu mereka akan menjawab : ‘Allah’. " [Luqman : 25].

Orang-orang musyrik itu beriman bahwa alam semesta ini memiliki Pencipta yang tidak ada sekutu bagi-Nya, tetapi mereka menjadikan tandingan-tandingan bersama Allah dan sekutu-sekutu dalam beribadah kepada-Nya. Mereka beriman bahwa Rabb (pengatur dan pencipta) adalah satu (esa), tetapi mereka meyakini bahwa sesembahan itu banyak. (more…)

Indahnya Qiyamul Lail

Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga Sholat Tahajjud atau Sholat Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ibadah nafilah atau ibadah sunnah. Akan tetapi bila seorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki banyak keutamaan. Berat memang, karena memang tidak setiap muslim sanggup melakukannya. Andaikan Anda tahu keutamaan dan keindahannya, tentu Anda akan berlomba-lomba untuk menggapainya. Benarkah ? Ya, banyak nash dalam Alquran dan Assunnah yang menerangkan keutamaan ibadah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama: Barangsiapa menunaikannya, berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya

Sebagaimana dalam firman-Nya:  “Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isro’:79) Dr. Muhammad Sulaiman Abdullah Al-Asyqor menerangkan: “At-Tahajjud adalah sholat di waktu malam sesudah bangun tidur. Adapun makna ayat “sebagai ibadah nafilah” yakni sebagai tambahan bagi ibadah-ibadah yang fardhu. Disebutkan bahwa sholat lail itu merupakan ibadah yang wajib bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagai ibadah tathowwu’ (sunnah) bagi umat beliau.” ( lihat Zubdatut Tafsir, hal. 375 dan Tafsir Ibnu Katsir: 3/54-55) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail (sholat di tengah malam).” (Muttafaqun ‘alaih) (more…)

Menapaki Jejak Dakwah Para Nabi

Ust Nurul Muchlisin, Lc

Manusia adalah makhluk Allah subhanahu wata’ala yang paling mulia disebabkan karena akal dan fithrah (Islam) yang diberikan Allah subhanahu wata’ala kepadanya. Dengannya ia bisa membedakan yang baik dan buruk, yang bermanfaat dan yang mudharat. Disamping itu Allah subhanahu wata’ala juga mengutus Rasul-Nya yang menjelaskan kepadanya kebaikan dan keburukan untuk kesalamatannya di dunia dan akhirat (HR.Muslim dari Abdullah bin Amru bin Ash).

Semua Nabi dan  Rasul sejak Rasul yang pertama Nuh sampai Khatamunnabiyyin (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) memiliki materi dan manhaj yang sama dalam berdakwah kepada umatnya. Ini terjadi karena yang mengutus mereka adalah Dzat yang satu yaitu Allah subhanahu wata’ala yang Menciptakan, Memiliki dan Mengatur alam semesta ini termasuk manusia. Maka materi pertama yang mereka ajarkan kepada umatnya adalah bagaimana mereka mengenal Tuhan-Nya (Ma’rifatullah). (more…)