:: AURAT LAKI-LAKI ::
Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut, berdasar hadist Ali radhiallahu ‘anhu ;
"Janganlah kamu perlihatkan pahamu dan janganlah kamu melihat paha orang yang masih hidup dan yang sudah mati". (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Di dalam hadits yang lain, "Tutupilah pahamu karena sesungguhnya paha adalah aurat". (HR. Malik, Ahmad, At-Tirmidzi)
Banyak dari kalangan kaum lelaki ketika melakukan kegiatan permainan/olah raga membuka paha-paha mereka. Atau juga ketika sedang mencuci kendaraannya di rumah.
disalin dari milist semenit

Paha memang bukan aurat koq!!!
Koq cuma hadits diatas yg diangkat…
Gimana dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, dari Aisyah r.a.
trus hadits riwayat Ahmad dan Bukhari, dari Anas r.a
yang jelas2 secara explisit menyatakan bahwa PAHA ITU BUKAN AURAT….
enete harus adil donk kalo bawa dalil
Comment by Mushasi — 31 July 2007 @ 2:54 pm
Al-Imam Ibnu Utsimin banyak ditanya seputar masalah aurat ini. Berikut diantaranya secara spesifik masalah paha, saya kutip dari Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin (170 dan 937):
(170)
S: Apakah paha termasuk aurat?
J: Terdapat perbedaan pendapat dalam masalah ini, diantara ahli ilmu ada yang berpendapat bahwa paha bukan termasuk aurat pria dan tidak wajib ditutupi. Zhahir perkataan mereka menunjukkan bahwa hal ini berlaku secara mutlak baik dalam sholat ataupun diluar sholat.
Sementara yang lain berpendapat bahwa paha termasuk aurat baik di dalam sholat ataupun diluar sholat.
Hadits-hadits berkenaan dengan masalah paha termasuk aurat atau bukan tidak terlepas dari apakah dia itu shohih tapi tidak tegas menyatakan paha adalah aurat (shohihah ghairu shorihah) atau tegas menyatakan aurat tapi derajatnya tidak shohih (shorihah ghairu shohihah). Oleh karenanya Al-Imam Al-Bukhari berkata: Sesungguhnya hadits Anas itu asnad (lebih kuat dan lebih shohih dari sisi sanad) dan hadits Jarhad itu ahwath (dari sisi makna lebih hati-hati dan menjaga diri).
Seolah-olah Al-Imam Al-Bukhari menyatakan bahwa hadits-hadits yang shohih menujukkan bahwa paha bukan termasuk aurat lantaran paha Nabi pernah terlihat, padahal Nabi adalah manusia yang paling pemalu. Kalau seandainya paha adalah aurat tentu Nabi tidak akan memperlihatkannya.
Memang ada hadits Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi bersabda: “Sesungguhnya paha termasuk aurat.” Dan sabdanya: “Jangan kamu perlihatkan pahamu dan jangan pula melihat paha orang lain baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal dunia.” Namun hadits-hadits ini semuanya dlo’if.
والذي يظهر لي أن الفخذ ليس بعورة إلا إذا خيف من بروزه فتنة فإنه يجب ستره كأفخاذ الشباب
Dan yang tampak bagi saya (yazhar lii) bahwa paha bukan termasuk aurat kecuali apabila dikhawatirkan muncul fitnah dengan ditampakkanya paha tersebut. Dalam kondisi ini maka wajib ditutupi, seperti misalnya paha para pemuda.
Comment by Mushasi — 1 August 2007 @ 11:50 am
taxx.Cxx
yg diajarkan muhammad itu sebenarnya apaan seh..
sepanjang yg ku tahu muhammad mengajarkan ETIKA DAN MORAL, terutama SOSIAL.tapi kenapa ORANG islam koq BANYAK YG SUPER PELIT DAN MORALNYA BEJAT.ALIAS SEMAUNYA SENDIRI. ISLAM.ISLAM TAxx JAxxxx
*) xxx: diedit oleh admin
Comment by christine eka herawati — 13 October 2007 @ 11:57 am
Yang jelas yang diajarkan Muhammad bukan berkata-kata kasar. Kalau ada yang salah dari orang yang mengaku beragama Islam, bukan lantas Islamnya yang salah, hanya orang-orangnya yang belum sepenuhnya menjalankan dengan sempurna, spt yang Nabi lakukan. Jadi, salah kalau di situ Islam yang dijelek-jelekkan. Lagipula, tidak perlulah terlalu menonjolkan kejelekan orang lain selagi diri sendiri di waktu yang sama menggunakan kata-kata yang tidak patut.
Comment by d — 8 February 2008 @ 3:16 am