Masjid An-Nur STIKOM Surabaya

21 February 2007

Sebuah Mimpi yang Membuat Syaikh Al-Albany Berlinang Air Mata

Seorang wanita menelepon Syaikh Al-Albany untuk menceritakan sebuah mimpi…
mengenai Al-Imam Ahlul Hadist Asy-Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albany rahimahullah, telah diceritakan seperti berikut:

Seorang wanita dari negara Algeria menelepon Syaikh Al-Albany dan berkata: "Ya Syaikh! Aku mempunyai berita!"

Syaikh menjawab: "Saya harapkan (semoga) Allah memberkahimu dengan berita baik."

Wanita itu berkata: "Seorang akhwat telah bermimpi dan saya akan menceritakannya kepadamu ya Syaikh."

Syaikh menjawab: "Saya harap dia melihat (sesuatu) yang baik."

Wanita itu melanjutkan: "Ya Syaikh! Adakah ini suatu penjelasan bahwa seseorang datang dan menceritakan mimpinya kepada Anda dan Anda berkata: "Saya harap engkau melihat (sesuatu) yang baik dan (berharap) itu baik"? Apakah ini penjelasan dari sunnah?"

Syaikh menjawab: "Tidak. Ini bukan penjelasan (sunnah), bagaimanapun, tidak ada salahnya menggunakan istilah ini untuk sesekali."

Wanita itu berkata: "Barakallahu fiik."

Syaikh menjawab: "Wafikum barakallahu. "

Wanita itu berkata lagi: "Akhwat ini melihat dirinya (dalam mimpinya) berada di atas sebuah balkon yang di bawahnya terlihat jalan setapak. Dan di jalan setapak ini dia melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan gambaran beliau (yang telah dikenal ciri-ciri fisik Rasulullah). Kemudian, dia melihatku berdiri di depan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan dia melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tersenyum kepadaku, dan aku pun membalas senyum beliau shalallahu ‘alaihi wasallam."

Kemudian aku memanggil akhwat itu, dan berkata kepadanya: "Turun. Turunlah mendekat ke kami."

Ketika dia turun, dia berkata kepadaku: "Siapa yang kamu lihat itu?"

Aku menjawab: "Lihatlah siapa yang melihatku." Dan dia melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tersenyum, dan berjalan menyusuri jalan setapak itu.

Kami (aku dan akhwat itu) kemudian berjalan di sepanjang jalan setapak itu dan pada saat kami berjalan kami melihat seorang Syaikh di jalan (yang sama), lalu kami memberikan salam kepada Syaikh itu, kami berkata: "Assalamu ‘alaikum."

Syaikh itu pun membalas salam kami: "Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh. "

Kemudian, Syaikh itu bertanya kepada kami: "Adakah kalian melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam?"

Kami menjawab: "Ya, kami (baru saja) melihat beliau shalallahu ‘alaihi wasallam."

Akhwat tadi bertanya kepadaku: "Siapa Syaikh ini?"

Saya menjawab: "Beliau ini adalah Syaikh Al-Albany.." (mimpi pun berakhir).

Wanita yang menelepon Syaikh tadi, kemudian berkata: "Aku memohon kepada Allah untuk menjadikan berita bagus ini untukmu ya Syaikh, dan aku ingin memberitahukannya kepadamu ya Syaikh, dengan penuh harapan bahwa ini adalah berita bagus, insya Allah, bahwa Anda berjalan di atas sunnah, insya Allahu ta’ala. ( Setelah beberapa saat terdiam, wanita tadi berkata) Lalu, apa pendapat Anda ya Syaikh?"

(Telepon pun ditutup) Sampai di sini, Syaikh tidak mengatakan sesuatu, agaknya, air mata mulai berlinang membasahi pipi beliau dan Syaikh pun menangis. (Setelah beberapa saat ) Beliau kemudian meminta kepada hadirin yang berkumpul di situ untuk meninggalkan beliau. (Syaikh Al-Albany, semoga Allah merahmati beliau-pent)

 

Diterjertemahkan oleh: Anto Abu Maulid

 

Teks bahasa Inggris:

 

A sister from Algeria calls the Shaykh about a dream…
*Please appropriately reference this quote to: www.fatwa-online. com, thankyou!*
Concerning the Imaam of Hadeeth, the Shaykh - Muhammad Naasiruddeen al-Albaanee (rahima-hullaah), it has been narrated:

Once a sister from Algeria called the Shaykh and said: "O Shaykh! I have news!"

The Shaykh said: "I hope Allaah has blessed you with good news".

She said: "One of the sisters had a dream, and I shall narrate it to you".

The Shaykh said: "I hope she saw (something) good".

She said: "O Shaykh! is this confirmed, that someone comes and narrates a dream to you and you say: "I hope you saw (something) good and (hopefully) it is good"? Is this confirmed from the Sunnah?".

The Shaykh said: "No. This is not confirmed, however, there is no harm in using this (term) sometimes".

She said: "This sister saw herself on a balcony which overlooked a path. And upon this path she saw the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam) by his (known) description. Then she saw me standing infront of the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam) and saw the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam) smiling at me, and I was smiling at him.

Then I called her, and said to her: "Come down. Come down with us."

So when she came down she asked me: "Who are you looking at?"

So I said: "Look at the one who looked at me", and she saw the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam), then the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam) smiled, and proceeded along the path.

We then walked together along the (same) path (the sister and I) and whilst we were walking we saw a Shaykh upon the (same) path, so we extended our greetings to him, we said: "as-Salaamu ‘alaykum".

So he replied to us: "wa ‘alaykum as-Salaam wa Rahmatullaahe wa Barakaatuhu. "

Then this Shaykh asked us: "Did you see the Messenger (sal-Allaahu `alayhe wa sallam)?"

We said: "Yes, we saw him."

So this sister asked me: "Who is this Shaykh?"

So I said to her: "This is Shaykh al-Albaanee. "." [end of dream]

The sister who had called the Shaykh, then said: "I ask Allaah to make this good news for you O Shaykh, and I wished to inform you O Shaykh, so hopefully it is good news, inshaa.-Allaah, that you are upon the way of the Sunnah, inshaa.-Allaah Ta’aala. So what do you say O Shaykh?"

Here, the Shaykh did not say a thing, rather, tears began pouring down (his face) and he cried profusely. He then asked those of the brothers who were in his gathering to leave.

Muhaddith al-’Asr Muhammad Naasiruddeen al-Albaanee – Page 40

2 Komentar »

URI menuju TrackBack entri ini adalah: http://ukki.blogsome.com/2007/02/21/sebuah-mimpi-yang-membuat-syaikh-al-albany-berlinang-air-mata/trackback/

  1. Alhamdulillah. hemmmm

    Comment by abu maulid — 23 April 2007 @ 3:08 pm

  2. Salah satu ungkapan syaikh ALbani yang membuatku merenung panjang dan meneteskan air mata “Para Ahli hadist adalah kerabat/sahabat Rasulullah, bila mereka tidak bisa menyertai beliau dengan jasadnya, maka mereka menyertai beliau dengan desahan nafasnya” Yaa, syaikh engkau telah memberikan kebaikan bagi umat manusia banyak sekali,…..biografi kehidupanmu akan senantiasa tersambung sebagaimana ulama-ulama mulia semisalmu, engkau telah wafat tapi pengaruhmu akan bersanad sampai hari akhir, inysALLAH Ta’ala, Kitabmulah yang berjudul Shifatus Sholat yang pertama kali menarik hatiku untuk mengenal Manhaj Salaf dan mencintainya sampai akhir hayatku kelak, dan akan jadi persaksian bagiku di hadapan Robbku kelak di hari hisab, bahwa diatas manhaj inilah aku mencoba hidup, dan aku rela kematianku lahir-batin diatas Manhaj ini pula
    Dari Hamba ALlah yang senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya, Abu Harits As-Salafy

    Comment by Abu Harits Priyo Sasongko As Salafy — 21 June 2007 @ 11:31 am

RSS feed untuk komentar pada postingan ini.

Tulis Komentar

Garis dan paragraf terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak akan diumumkan, HTML yang diizinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam: mohon menulis ulang teks di atas ke dalam kotak yang tersedia.