Masjid An-Nur STIKOM Surabaya

8 July 2006

Ukthi-ukhtiku Sayang, Ukhti-ukhtiku Malang

Wahai ukhti-ukhtiku yang saat ini dirundung resah, ingatlah kembali akan apa yang menjagamu dikala engkau resah. Wahai, ukhti-ukhtiku yang sekarang ini sedang terjebak di dalam kubah nafsu, lihatlah bahwa sesungguhnya engkau tetap dijaga oleh-Nya dan diawasi oleh-Nya maka hati-hatilah dalam melangkah. Tubuh itu ibarat sebuah mobil yang dan hati ibarat kemudi. Apabila salah engkau mengemudi wahai ukhti-ukhtiku, maka tubuh ini akan binasa dan bisa dijadikan bahan bakar api. Tidak peduli engkau dari mana, dari golongan mana. Dan menyesal dikemudian hari tidak akan berguna.

Wahai ukhti-ukhtiku, sungguh teringat saya dengan firman Alloh yang artinya:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (Q.S AnNur:30-31)

Wahai ukhti-ukhtiku, betapa malunya seorang yang sudah Alloh nasehatkan kepada kaum wanita agar dijaga dirinya tapi malah membiarkan dirinya jadi sasaran laki-laki. Betapa malunya apabila dikatakan bahwa seorang wanita yang oleh Alloh dijaga agar jangan sampai terjerumus ke dalam lembah yang sengsara, yaitu jahannam malah menolak penjagaan Alloh dan mengikuti hawa nafsu. Sehingga tak pelak kulihat banyak sekali wanita yang pergi malam-malam keluyuran dengan para kekasihnya yang belum jelas itu kekasihnya di surga nanti.

Wahai ukhti-ukhtiku, dunia ini indah dan memang banyak keindahan. Tapi ukhti-ukhtiku, dunia ini sementara. Masih ada keindahan lagi yang lebih indah daripada dunia ini dan kita akan hidup selamanya. Wahai ukhti-ukhtiku, kuajak dikau berpikir tentang dunia yang abadi, tempat dimana engkau bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan, tempat dimana sungai-sungai susu dan arak mengalir selama-lamanya, tempat di mana tidak ada lagi yang melelahkan, dan tidak ada lagi yang bisa memberatkan. Kenapa tidak mau menuju ke sana?? Wahai ukhti-ukhtiku, sebegitukah kerasnya dirimu membela dunia yang sementara ini? Lihatlah ukhti-ukhtiku, bukankah engkau diberikan wajah yang cantik? Bukankah engkau diberikan jemari nan lentik? Yang pasti setiap lelaki akan memujamu, sungguh wahai ukhtiku, tidak ada yang bisa memujimu dengan pujian yang paling baik kecuali suami yang akan diberikan oleh Alloh kepadamu. Suami pilihan itulah yang akan memujamu dengan sesuatu yang baik. Panggilan yang paling baik dan rasa cinta yang paling baik yang akan diberikan olehnya.

Sungguh sangat kecewa wahai ukhti-ukhtiku, kulihat ada anak berjilbab ikut terjebak dalam lautan asmara. Lalu wahai ukhti-ukhtiku, apakah engkau rela orang yang belum tentu menjadi suamimu menjamahmu? Ingatlah wahai ukhti-ukhtiku, engkau boleh dijamah asal kalimat ijab dan qobul telah berbunyi dan sudah disahkan oleh para wali. Itulah saat-saat terindah dalam hidup. Hanya saat itulah serasa keindahan yang luar biasa. Itulah rahmat yang diberikan oleh Alloh ketika engkau melaksanakan syari’atnya.

Engkau sekali-kali tidak akan tenang wahai ukhti-ukhtiku, menjalin asmara sebelum menikah. Tidak akan tenang. Sebab setiap hari malaikat pembawa bendera kejahatan mengikutimu kemanapun engkau pergi. Dan syetan senang merasuk ke dadamu karena engkau membenci syari’at yang telah diturunkan. Tulisan ini mungkin engkau benci ukhti-ukhtiku, karena mungkin menyakiti engkau yang sedang dilanda asmara. Wahai ukhti-ukhtiku, tidak ada perkataan melainkan keikhlasan yang aku sampaikan karena engkau ukhtiku, engkau saudara wanitaku, saudara wanita sesama muslim. Saudara Insya Alloh sesama penghuni surga, mari bangkitlah dari jurang kemaksiatan menuju ke tangga keselamatan.

Tinggalkanlah laki-laki hidung belang itu. Hanya syetan yang pantas untuk mereka. Janganlah terjebak dengan hawa nafsu, genggamlah Al Qur’an dan Sunnah nabimu. Ikutilah keduanya. Raihlah cita-cita dengannya, hingga nanti engkau sampai kepada tujuan yang abadi. Demikian wahai ukhti-ukhtiku dari seorang saudaramu. Hanya mengajakmu dengan sedikit prosa yang mungkin bisa membuka hatimu. Agar engkau tak terjebak oleh lautan asmara merah jambu.

Comments »

URI menuju TrackBack entri ini adalah: http://ukki.blogsome.com/2006/07/08/ukthi-ukhtiku-sayang-ukhti-ukhtiku-malang/trackback/

Belum ada komentar.

RSS feed untuk komentar pada postingan ini.

Tulis Komentar

Garis dan paragraf terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak akan diumumkan, HTML yang diizinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam: mohon menulis ulang teks di atas ke dalam kotak yang tersedia.