Masjid An-Nur STIKOM Surabaya

3 July 2006

Berikanlah Muqodimah Terlebih Dahulu

Dari Ummu Salamah, dia berkata.
‘Ummu Sulaim pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata. ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran. Lalu apakah seorang wanita itu harus mandi jika dia bermimpi?"

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab. ‘Jika dia melihat air (mani)’. Lalu Ummu Salamah menutup wajahnya, dan berkata. ‘Wahai Rasulullah, apakah wanita itu juga bisa bermimpi .? ‘Beliau menjawab. ‘Ya, bisa’. Maka sesuatu yang menyerupai dirinya adalah anaknya".

(Hadits shahih, ditakhrij Ahmad 6/306, Al-Bukhari 1/44, Muslim 3/223, At-Tirmidzi, hadits nomor 122, An-Nasa’i 1/114, Ibnu Majah hadits nomor 600, Ad-Darimi 1/195, Al-Baihaqi 1/168-169)

Ummu Sulaim tidak langsung bertanya, akan tetapi ada muqodimah terlebih dahulu.
Inilah etika bertanya, jika sesuatu itu dirasa malu atau bisa mengkagetkan telinga. Setelah menyampaikan muqodimah, Ummu Salamah merasa lega menyampaikan maksudnya.

Yang bisa dipetik dari hadits di atas:
1. Jika tidak ada air/basah, tidak wajib mandi.
2. Wanita juga mengeluarkan mani.
3. Menetapkan bahwa Allah memiliki sifat malu.
4. Janganlah sifat malu itu menjadikan seseorang malu bertanya tentang ilmu.
   Adalah adab & etika bertanya, jika sesuatu yang mau disebutkan malu, maka berikanlah muqodimah.

Report Kajian MUM Bab Mandi Janabah @ 020406

Comments »

URI menuju TrackBack entri ini adalah: http://ukki.blogsome.com/2006/07/03/berikanlah-muqodimah-terlebih-dahulu/trackback/

Belum ada komentar.

RSS feed untuk komentar pada postingan ini.

Tulis Komentar

Garis dan paragraf terbentuk secara otomatis, alamat e-mail tidak akan diumumkan, HTML yang diizinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam: mohon menulis ulang teks di atas ke dalam kotak yang tersedia.